Selalu saja ada sesuatu yang mengharu biru jika mengingatnya, mengenangnya, merindukannya...
Ada tawa dalam suka, ada lara dalam duka, ada asa dalam harap.
Tak mudah menghapus jejak yg sudah terukir begitu indah dalam takdir
Tuhan. Menyapa lembut, membelai halus, memeluk erat...Bukankah begitu
indah kisah kita tersimpan dalam sebuah album kenangan dibalut bingkai
ketakwaan, berpita ukhuwah, dalam lem aqidah...
Setiap anak manusia memiliki takdir yang berbeda, begitu pula kita
Takdir telah menyapa kita dalam jalan yang berbeda
Aku ke selatan, kau ke utara, dia ke timur...
Biarlah takdir menghentakkan kaki2 dunia, menyibakkan sinar mentari yang semakin berpendar...
Asal kita tak pernah lupa, apa tujuan hidup kita sebenar-benarnya...
Dalam satu doa kupanjatkan
Dari setiap tangga-tangga kehidupan yg kita lalui, dari setiap jalan
yang kita lewati, dari setiap pintu yang kita masuki, mudah-mudahan
bukan langkah yang salah, yang membuat kita terjatuh, terluka apalagi
terpapa.
dan kalaupun itu terjadi, Takdir Tuhan tak pernah salah menyapa kita.
mungkin kita yang lupa padaNya, mengingatkan kita agar kembali pada
jalan Kebenaran
-Dalam mata kaca ini, izinkan aku merindukanmu, sahabat-
Tampilkan postingan dengan label ukhuwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ukhuwah. Tampilkan semua postingan
Rabu, 21 Juli 2010
Minggu, 27 Juni 2010
tak perlu judul
biarlah ku susur jejak sepiku disini
biarlah ku kayuh dawai gelombang hidupku tanpa mereka
bukan ku tak mau, tapi takdir tak jua menyapa
mungkin pula sebab aku ragu bertanya
mereka yang tlah pergi tak harus kutangisi lagi
sebab aku tak pernah sendiri
kini kujelang hari disini
satu mutiara yang tak kan pergi
meski pasir duri menusuk hati
akan ku coba tegarkan diri
bukan ku tak mau berbagi
tapi kepercayaan yang tlah terhianati
atau mungkin semua tak seperti dulu lagi
sungguh benar aku ingin kembali
mengulang hari menata mimpi
mengobat luka berbalut senyum
namun kini aku sendiri menapak jalan sepi
akan kusimpan tawa duka kita pada bingkai kenangan
sebab kalian begitu berarti
kini ijinkan aku berlari kecil
meski nafasku tak sedalam dulu
meski kakiku tak sekokoh dulu
meski tak ada tanganmu dalam genggamanku
namun ku yakin aku tak sendiri
aku akan berdiri dalam hembusan seraut jingga sore ini
meski mentari mulai menutup mata
ku tak punya asa memanggil kalian kembali
sebab aku tau diri dimana aku kini
bersama rembulan akan kukatakan
kalian tak kan pernah kulupakan
sebab kalian lebih begitu bersinar di hati
meski tak ada yang abadi
cintaku sejati setulus hati
-dalam hembusan nafas cinta hazimah-
biarlah ku kayuh dawai gelombang hidupku tanpa mereka
bukan ku tak mau, tapi takdir tak jua menyapa
mungkin pula sebab aku ragu bertanya
mereka yang tlah pergi tak harus kutangisi lagi
sebab aku tak pernah sendiri
kini kujelang hari disini
satu mutiara yang tak kan pergi
meski pasir duri menusuk hati
akan ku coba tegarkan diri
bukan ku tak mau berbagi
tapi kepercayaan yang tlah terhianati
atau mungkin semua tak seperti dulu lagi
sungguh benar aku ingin kembali
mengulang hari menata mimpi
mengobat luka berbalut senyum
namun kini aku sendiri menapak jalan sepi
akan kusimpan tawa duka kita pada bingkai kenangan
sebab kalian begitu berarti
kini ijinkan aku berlari kecil
meski nafasku tak sedalam dulu
meski kakiku tak sekokoh dulu
meski tak ada tanganmu dalam genggamanku
namun ku yakin aku tak sendiri
aku akan berdiri dalam hembusan seraut jingga sore ini
meski mentari mulai menutup mata
ku tak punya asa memanggil kalian kembali
sebab aku tau diri dimana aku kini
bersama rembulan akan kukatakan
kalian tak kan pernah kulupakan
sebab kalian lebih begitu bersinar di hati
meski tak ada yang abadi
cintaku sejati setulus hati
-dalam hembusan nafas cinta hazimah-
Langganan:
Postingan (Atom)